Menu
0 Comments

3 Tips Penting Sebelum Aplikasi Atap Baja Ringan

Anda mau mengaplikasikan atap baja ringan untuk bangunan atau rumah? Sebelum pemasangan pastikan anda memerhatikan berbagai tips penting berikut ini, sehingga fungsinya tetap optimal.

  1. Sesuaikan Dengan Model Atapnya

Salahs atu sifat baja ringan adalah mudah dibentuk dalam beragam variasi model atap. Tetapi pastikan anda juga memerhatikan beban yang akan ditopang oleh rangka atap tersebut. Untuk itu, buatlah jarak yang memadai agar kekuatannya lebih terjamin. Tingkat kerapatannya harus dirancang secara cermat, agar mampu menopang beban secara sempurna. Jarang kerenggangan yang disarankan adalah 150 centimeter.

  1. Sesuaikan Dengan Tipe Penutup Atapnya

Anda tidak hanya bisa mengaplikasikan atap metal saja saat menggunakan rangka baja ringan. Jadi anda bisa memakai jenis genteng seperti beton, keramik, asbes bahkan kaca. Penting diperhatikan untuk menyesuaikan jenis gentengnya. Oleh karenanya, semakin berat bobotnya maka bertambah banyak pula baja ringan yang harus anda pasangkan.

  1. Ketahui Kualitas Baja Ringannya

Nilai tegangan tariknya sebagai pertanda kualitas baja ringan. Sebaiknya untuk kualitas yang memadai, pilih yang tegangan tariknya 550 Mpa. Oleh karena sudah terbukti mampu menopang beragam model atap atau genteng. Semakin kecil nilai tegangan tariknya, berarti tarikan baja ringannya makin mudah. Dengan begitu, sangat berpengaruh terhadap kekuatannya kala menopang bobot benda di atasnya.

SAE grade juga bisa dijadikan ukuran kualitas baja ringan. Bila nilainya mencapai 980, maka termasuk dalam baja ringan berkualitas terbaik. Cara pengecekan kualitas lainnya dengan memerhatikan lapisan anti korosinya. Terdapat baja ringan dengan lapisan seng (zinc) atau galvanis, dan galvalume atau lapisan dari alumunium zinc.

Baja ringan berlapis zinc harganya lebih murah jika dibandingkan dengan harga genteng metal multiroof, dan lebih tahan dengan campuran semen. Sayangnya tidak tahan dengan paparan air garam. Sedangkan baja ringan berlapis galvalume terbukti lebih tahan dengan paparan zat korosif, sayangnya tidak tahan pada semen. Karena itu, material ini lebih banyak diaplikasikan untuk bangunan yang berada di daerah pantai. Material lain yang digunakan adalah jenis spandek.

 

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *