Menu
0 Comments

Berita bisnis demi nalar dan naluri calon wirausahawan bangsa

Ada satu buku berjudul “JURNALISME BISNIS: Upaya Membangkitkan Nalar dan Naluri Bisnis” karangan Ana Nadhya Abrar terbitan Gajah Mada University Press. Buku terbitan Universitas Gajah Mada (UGM) ini membahas seputar pentingnya berita-berita bisnis bagi pembacanya. Ada beberapa insight menarik dari buku tersebut yang penulis blog ini rasa perlu dibagikan kepada pembaca.

Jurnalisme bisnis, menurut Ana adalah “jenis jurnalisme berdasarkan masalah yang dicakup, yakni jurnalisme yang menyiarkan berita tentang perubahan ekonomi yang terjadi dalam kehidupan masyarakat”. Dari situ, bisa kita temukan bahwa berita-berita bisnis cenderung memuat analisis, telusuran, catatan mengenai perubahan-perubahan ekonomi seperti fluktuasi nilai tukar mata uang, indeks harga saham gabungan atau sering disingkat sebagai IHSG yang merupakan indikator pasar modal di Indonesia, harga barang dan jasa di pasar, kinerja-kinerja perusahaan dari berbagai industri, dan lain sebagainya.

Setiap orang sebelum membeli barang atau menggunakan jasa akan memiliki berbagai pertimbangan. Utamanya adalah pertimbangan mengenai kebutuhannya dan biaya yang perlu dikeluarkan untuk mendapatkan barang atau jasa tersebut. Dari mana seseorang dapat menimbang keputusan seperti ini? Ini yang disebut sebagai “penalaran” dalam ekonomi. Penalaran seseorang bisa tajam bila ia mengumpulkan informasi dari luar dan kemudian mengolahnya untuk mengambil suatu keputusan. Dari mana informasi ini berasal? Selain dari orang-orang di sekitar atau fenomena yang diamati langsung, di masa modern, seseorang mendapat informasi seperti itu dari media-media bisnis.

Sementara itu, bagaimana seorang wirausahawan dapat mengambil sebuah keputusan bisnis? Tidak hanya perlu menalar, seorang wirausahawan juga harus dapat berpikiran out of the box, yakni berpikir kreatif. Mengapa perlu kreativitas? Karena seorang pengusaha umumnya menghadapi persaingan dari pengusaha-pengusaha lain di industri yang sama. Persaingan ini menuntut kreativitas seorang entrepreneur agar bisa memenangkan persaingan dan menawarkan keunikan pada pasar. Pertanyaan berikutnya, bagaimana seorang pengusaha dapat berlatih berpikir kreatif? Naluri bisnis inilah yang bisa didapat dari berita-berita bisnis. Dalam berita bisnis terkini bisa ditemukan berbagai inspirasi bisnis dari usaha-usaha yang berhasil. Tidak hanya yang berhasil, contoh-contoh usaha yang gagal atau berita krisis pun bisa dijadikan pelajaran bagi si pengusaha. Hal-hal seperti ini, sekali lagi, tidak bisa hanya didapat dari fenomena yang diamati langsung atau obrolan lingkungan si pengusaha, melainkan banyak berasal dari berita bisnis.

Penulis buku kemudian membagikan beberapa fakta menarik. Salah satunya seputar jumlah pengusaha di Indonesia. Data pada tahun 2012 rupanya menunjukan bahwa baru ada 0,86% pengusaha di Indonesia, jauh dari Malaysia yang jumlahnya 2,1% atau Singapura di angka 4%. Untungnya, di tahun 2018 ini, persentase pengusaha di Indonesia rupanya sudah jauh meningkat menjadi sekitar 3% dari penduduk Indonesia. Meski demikian, ternyata jumlah ini sekarang masih kalah dibandingkan negara Asia Tenggara lain. Semoga dengan sering membaca berita bisnis, makin banyak nanti pengusaha-pengusaha baru yang memiliki nalar dan naluri yang baik serta termotivasi untuk berwirausaha.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *